Pages

Sabtu, 20 Februari 2016

Mengingat Kembali SEJARAH KMB dan Korelasinya Untuk Saat Ini.

Pada Tahun 1959 Pemerintah Indonesia (Soekarno) berhasil memporakporandakan perjanjian KMB dengan Belanda. Dimana, Irian barat (Papua) berhasil dibebaskan dari Imperialisme berlandaskan, dan soekarno meminta agar Irian Barat masuk pada negara kesatuan republik Indonesia (NKRI).

Apa tujuannya? Irian Barat jika tidak dikendalikan Indonesia ada kemungkinan dijadikan sebagai Pangkalan perang oleh Amerika Serikat terbesar di wilayah pasific. Oleh sebab itu, Pemerintah Indonesia meminta agar dari sabang sampai Merauke berada dibawah kendali Indonesia.

Keputusan pemerintah pada waktu itu merupakan sebuah langkah strategis. Sebab, AS atau negara negara penjajah yang tidak berhasil menguasai Irian Barat menjadi 'gagal' untuk melakukan penjajahan kepada negara negara di wilayah pasific.

Lantas apa korelasinya dengan Kondisi saat ini?

Dari beberapa literatur, saya mendapat kesimpulan, aksi aksi yang membuat negara gaduh semisal aksi papua merdeka, freeport dll merupakan usaha negara negara 'asing' yang ingin menduduki wilayah Papua. Tujuannya? Tetap sama, menjadikan Papua pangkalan Perangnya.

Konflik di wilayah Pasific semisal laut china selatan dan konflik konflik yang lain membuat Indonesia menjadi negara yang strategis karena ada di 'tengah' wilayah tersebut.

Kalau misalkan harus ada perang militer di wilayah Pasific, maka landasan yang paling strategis untuk menggempur negara yang ada didaerah tersebut memang dari Indonesia. Sebab, pesawat amerika tidak mungkin terbang dari AS langsung menuju negara sasaran. Begitupun negara negara lain yang berkepentingan. Hal ini sebenarnya menjadi ancaman (entah ancaman serius atau tidak) untuk keamanan NKRI.

Memang, Salah satu kawan karib yang saat ini menjabat salah satu komandan menyebutkan, Indonesia tidak mempunyai alasan jika mau diserang secara militer. Sebab, Indonesia tidak ada pelanggaran yang harus mengakibatkan Indonesia harus diperangi. Semisal memiliki Nuklir. Karenanya, cara paling efektif memang untuk menduduki indonesia itu dengan cara memecah belah keutuhan NKRI melalui gerakan gerakan separatis.

Lanjut..!!
Perang Ekonomi? Nah, kita sepakati bersama, Indonesia merupakan negara yang super duper kaya dengan kekayaan alamnya. Jadi, penguasaan aset aset melalui Corporate action menjadi cara yang sangat disenangi negara barat. Dengan menguasai aset alam di Indonesia maka, negara asing akan mendapatkan banyak keuntungan. Sebab, biaya produksi dan transportasi ke negara negara konsumen menjadi lebih murah. Apalagi, upah buruh di Indonesia tergolong murah diukur dengan negara negara tambang semisal timur tengah.

Oleh sebab itu, Indonesia saat ini diobok obok oleh negara negara yang penuh dengan kepentingan. Tak jarang mereka mengancam dengan ancaman yang hemat saya sangat tidak masuk akal jika kita menanggapi. Semisal, masih ingat kasus Eksekusi Mati Warga australi bukan? :-) padahal, australia merupakan negara yang membutuhkan Indonesia dengan stok dagingnya yang melimpah. Kenapa? Karena negara negara eropa dan amerika tidak mungkin memenuhi kebutuhan daging dari australia, karena sudah ada swiss, argentina dan negara negara lain yang secara ukuran transportasi, Cost nya lebih murah. Itu hanya satu contoh, belum contoh yang lain.

Kondisi seperti itu pemimpin indonesia akan kelihatan 'kelasnya'. Indonesia selalu membutuhkan pemimpin yang mempunyai jiwa leadership yang cukup kuat. Harapannya, semoga saja saat ini dengan Kondisi kegaduhan yang diciptakan oleh sekelompok elit, Indonesia tidak sedang dipimpin oleh pemimpin Amatiran. Wallahua'lam



Digali dari berbagai sumber.


Rabu, 03 Februari 2016

Apresiasi Khusus Untuk Pemprov Jatim Terkait GAFATAR.

Besarnya pemberitaan tentang Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang mengarah kepada opini 'sesat' untuk organisasi tersebut semakin tidak terbendung. Sayangnya, berita besar ini sama halnya dengan kasus 'Iron Man' dari Bali. Yakni, tidak ada kajian akademik dari para pemburu berita.

Organisasi dianggap sesat apabila sudah ada track record kegiatan yang memang dianggap sesat. Sedangkan, pemberitaan sesat dari daftar justru berkutat pada berita orang hilang. Bukan pada kegiatan yang selama ini di lakukan oleh kaum Gafatar.

Gafatar, setelah saya mengkroscek ke beberapa narasumber, merupakan ormas biasa yang mempunyai misi ketahanan pangan nasional. Sejalan dengan cita cita presiden Jokowi. Kalaupun ada kegiatan yang melenceng, itu hanya pekerjaan oknum (yang sengaja dibuat melenceng). Saya menganalogikan sederhana, mereka sama seperti umat islam yang tidak sholat, atau umat kristiani yang tidak mau mengakui yesus. Islam dan kristen, adalah agama yang 'benar' (benar tanda kutip), yang mana umatnya berprilaku macam macam.

Apa salahnya, anak bangsa yang peduli terhadap pangan negara, mau berbuat sesuatu untuk menciptakan ketahanan pangan, dan sukses? Sementara, pemerintah sendiri hanya berkutat pada tingkatan minhajj al fiqr (meminjam bahasa kawan PMII dan NU).

Apresiasi besar kepada pemprov jatim, yang mana, Baik Ir. Soekarwo dan Gus Ipul sepakat untuk tidak memberikan sangsi kepada PNS yang ikut Gafatar. Kecuali, dalam aturan PNS yang mana jika PNS selama 46 hari tidak bekerja maka akan mendapat sangsi. Ingat! Sangsi ini diberlakukan untuk Siapa saja yang tidak finger selama 46 hari. Bukan karena Gafatar.

Sikap ini sejalan dengan MUI yang sampai saat ini masih belum mengharamkan kegiatan Gafatar. Bahkan, sebagian orang memprediksi Gafatar tidak akan terkena label Haram MUI.

Sayangnya, sikap pemerintah provinsi jawa timur ini sepertinya kurang nilai jualnya untuk media. Justru, ketika saya men search link berita tentang pernyataan resmi Gubernur dan wakilnya, saya hanya mendapati sebagian saja. Yang keluar, justru pemkot surabaya yang bertaburan.

Sikap tidak adil media di Indonesia, lagi lagi harus memakan banyak korban. Karena kurang kajian, masyarakat harus membenci ormas yang masih tidak ditemukan titik kesalahannya. Saya berpikir, kasus ini, anggota ormas ini, akan sama nasibnya dengan PKI. Anak anak mereka, akan 'terlempar' dari saudaranya.

Logikanya sederhana, Gafatar ini merupakan Ormas yang terdaftar secara resmi ke pemerintah. Visi dan Misi jelas, AD/ART jelas. Kalau seandainya memang sesat, seharusnya pemerintah kan sudah dari awal tidak menerbitkan SK ormas melalui menkumham.

Dan, media sampai detik ini tidak berani menelusuri atau membuka informasi siapa penasehat yang terdaftar di menkumham (ini kode saya). Lagi lagi, mereka hanya berkutat pada soal orang hilang.

Pemerintah pusat pun, sepertinya tidak mempunyai solusi yang jelas melalui Mensos (atau memang sengaja tidak jelas?). Bahkan, KONTRAS dengan tegas mengatakan sikap Mensos justru dengan secara tidak langsung mengusir mereka.

Oleh sebab itu, sebaiknya media dan pemerintah jangan membuat opini yang berlebihan jika belum melalui tahapan akademik. Karena, terbangunnya opini 'Liar' ditengah masyarakat justru akan menciptakan suasana yang tidak kondusif untuk negara. Sebaiknya, melihat sesuatu janganlah selalu dibuat gaduh.

Kadang saya berpikir, di Indonesia ini, prinsipnya adalah 'Gaduh Dulu, Baru di Kaji'. Wallahua'lam

Senin, 02 Maret 2015

Tentang Irwan Dan SMS 2.200

Beberapa hari ini Sumenep dihebohkan dengan fenomena Irwan masuk disalah satu ajang pencarian bakat nyanyi nasional. Anak yang katanya Mahasiswa Unija dan beralamat di Blutoh tersebut menjadi Idola Baru. BBM, FB, Twitter, dan jejaring sosial lainnya sibuk dengan Nama Irwan.
Yang membuat saya heran, kesal, bahkan bagi saya Alay tingkat setan, ketika temen-temen memberikan dukungan dengan mengirim sms yang bertarif 2.200 Rupiah. Bahkan satu orang ada yang mengirim berkali-kali.

Kata Guru saya, Sesuatu yang tidak wajib akan menjadi Wajib ketika menjadi jalan untuk hal Wajib. Contoh Wudlu' yang asalnya Sunnah menjadi wajib ketika orang mau Shalat. Begitupun sebaliknya, sesuatu yang mubah atau bahkan sunnah, akan menjadi Haram ketika menjadi jalannya perbuatan haram. Saya langsung kasi contoh SMS tadi. Kita niatkan untuk Shodaqoh, tapi karena entertaiment adalah tempat maksiat maka...?

Kawan, kerabat dan semuanya. Ingat, kita dengan mendukung berarti kita akan mengangkat seseorang menjadi satu Figur Publik. Seorang publik Figur akan banyak pengukutnya (fans). Setiap yang dilakukan akan menjadi Sorotan, Bahkan akan ditiru.
Awal dari tempat-tempat Dugem, kehidupan Glamor yang berujung Pragmatis dan Konsumeris memang dari suatu tempat bernama 'Entertaiment'. Hal itu akan ditiru. Kalau tidak angkatan kita, ya anak cucu kita. Dan, masih banyak Efek Domino yang akan ditimbulkan. Paham?

Dan, artinya Pulsa 2000 Rupiah akan menciptakan pergeseran Nilai Moral yang cukup jauh. Padahal, ketika ada Amal dipinggir jalan yang jelas-jelas untuk masjid, dan dampaknya sangat jelas untuk kepentingan (Positif) untuk umat, hati kita menggerutu, mulut kita mencaci, tangan Kita tak memberi.
Terakhir, yang perlu diingat apapun yang kita perbuat saat ini, hasilnya tidak hanya dinikmati kita seorang. Termasuk SMS 2200. Tapi, imbasnya juga pada orang lain yang tidak pernah terbesit atau tak pernah tau apalagi berharap terhadap yang kita lakukan. Hidup itu penuh dengan Bifurkasi. Siapkah kita?

NB ; Refleksi Terhadap Pergeseran Nilai

Tentang Gus Nuril dan FPI

Apa yang anda Pikirkan ketika melihat sosok ini? Sosok yang baru-baru ini berkonflik dengan FPI. Yang mengajarkan semangat bertoleransi, Pluralisme, dan NKRI tentu dengan Subjetivitas dirinya.
Kalau Boleh saya berkomentar, Semangat bertoleransi, Pluralisme berpuncak pada semangat untuk kehidupan yang damai. Benar memang ajaran yang disampaikan Beliau. Hanya saja ajaran beliau cukup diamalkan untuk kalangan Tertentu.

Bacane ojo pake Emosi.
Gini Gus Nuril dan FPI sama saja. Sama-sama hanya menciptakan Dis Integritas Antar Umat. Toleransi itu cukup kita berdamai tanpa ada gesekan antar Umat beragama. Tak perlu di Dramatisir dengan Teriak Allahu Akbar layaknya FPI tapi bawa pentungan. Dan tak perlu juga mendramatisir dengan kita hadir dalam acara agama lain dan menyinggung sebagian Golongan yang ternyata juga Islam.

Gus Nuril mengajarkan Toleransi Dengan Agama lain tapi In-Toleran pada golongan Islam Sendiri. Apalagi menyinggung para Habaib. Gus Nuril perlu belajar sejarah bagaimana Islam dibawa oleh Orang Arab ke Indonesia. FPI juga perlu belajar bagaimana para habaib di Indonesia di Hargai karena budaya Indonesia. Saya gak yakin para habaib di Tanah Arab akan mendapat penghormatan seperti di bumi Indonesia.
Kalau Gus Nuril mengatakan sudah meng-Islam-kan beberapa Pendeta, beliau lupa Kalau dakwah beliau menciptakan Gesekan. Islam tidak perlu dibela, Termasuk Agama lain tidak perlu dibela. Saya gagal Paham dengan Konsep toleransi macam begini. Katanya orang Moderat suka Toleransi, tapi antar Golongan Islam tidak mau berdamai.

PKS, FPI, NU, Muhammadiyah dan yang lain sama-sama Mempunyai Payung hukum. Ayolah hargai, setidaknya konsep Hubbul Wathon Minal Iman yang disampaikan waktu ceramah diterapkan dengan menghargai Hukum yang berlaku Di Indonesia. Selama masih tidak membahayakan NKRI kenapa kita tidak mau berdamai? Kalau ada yang membahayakan dan sudah tidak sesuai dengan konsep Pancasila maka ada satu kata BUBARKAN..!!

Untuk FPI, Allah itu Besar jangan dibesar-besarkan lagi dengan Mulut Berkobar Allahu Akbar dan membawa Pentungan. Allah sudah punya malaikat, dan Negara sudah punya penegak hukum. Tidak perlu menjadi Malaikat Tandingan, dan Penegak hukum tandingan. Yang perlu adalah perkuat Akidah umat, serta Perkuat lembaga hukum tanpa harus ada gesekan antar Golongan.

Dulu Rasul mengatakan Orang non-Islam masih belum Tau tentang Islam itu Iya. Lah sekarang? Ini zaman teknologi, apa mereka tidak tau? "Dia sudah tau Islam hanya mereka Dusta".
Ajaran Gus Nuril ini benar, Tapi tidak cocok kalau diterapkan Disini. FPI juga demikian, ajaran mereka tidak akan pernah Cocok kalau diterapkan di NKRI. Masyarakat kita masyarakat yang sensitif. ingat itu.
kalau sampek Anak-anak, remaja melihat tayangan-tayangan Gus nuril, bisa Gawat. bisa-bisa sesat karena belum Mengerti Maksud beliau. kalau Ajaran fPi diliat oleh Anak dan remaja, bisa jadi Memukul orang yang Minum bir halal, Rusak nanti negara ini. konflik-konflik sosial resikonya.

Saya katakan, Ajaran Gus nuril itu bagus kalau kita terapkan. hanya saja, masyarakat kita belum siap. Wallahua'lam

NB: Tulisan Pagi ini dibuat setelah semalam suntuk mendengarkan Ceramah Gus nuril. isinya Super luar biasa, meskipun sebagian tidak sesuai pemahaman dan caranya yang belum tepat. Insya Allah tulisan ini berlanjut.

Rabu, 22 Oktober 2014

Bukan Surat Terbuka.

Untuk Pak Jokowi


Assalamu'alaikum

Bapak, selamat atas dilantiknya anda sebagai Presiden ke-7 Indonesia. dengan itu, berarti anda adalah bapak Negara saya juga. Tulisan ini sengaja tidak dikasi nama surat terbuka, sebab meskipun mirip, ini tidak ada tujuan alamat yang jelas. Tapi, semoga saja bapak mau 'blusukan' ke Blog-blog rakyat Indonesia.

Bapak Jokowi, ingat ya bapak. Anda terpilih sebagai Presiden karena 35% Orang Indonesia memilih anda. Berarti ada 65% rakyat di Indonesia tidak memilih anda. Anda ingat? SBY itu terpilih menjadi presiden karena dipilih lebih dari 50% rakyat Indonesia. tapi, ditengah perjalanan pemerintahan beliau banyak yang menghujat. Padahal Indonesia sudah mengalami kemajuan yang cukup pesat akibat beliau. anda tidak lupa kan pak Jokowi?

Bapak, jargon-jargon anda adalah anda sebagai pemimpin yang 'merakyat'. Dan, anda selalu saja mengatas namakan kami (Rakyat). sampai, anda mengadalan 'pesta kemenangan' adalah kemauan kami (rakyat). Rakyat yang mana bapak? rakyat yang 35%? kami, orang madura lagi merasa kekeringan. Jadi, kami tidak sempat memikirkan hal itu. Dan, saudara saya di lain tempat juga tidak mungkin memikirkan hal itu.

pak Jokowi, anda seharusnya jangan mengatas namakan kami. Anda selalu menyinggung perasaan 65% rakyat yang tidak memilih anda. Ini bukan survei bapak. 35% bukan sampel untuk warga Indonesia. 'pesta kemenangan' anda terlalu mewah. Seandainya uang itu diberikan kepada masyarakat Madura yang kekurangan air, atau rakyat Papua yang kelaparan, atau kemanalah yang tidak terkesan Hura-hura. Pasti anda kami anggap manusia merakyat setengah Dewa.

Pak Jokowi, Slogan anda adalah 'Kerja.. Kerja.. Kerja..'. Tapi, sampai saat ini Kabinet anda belum terbentuk. Lalu, kapan anda akan memulai bekerja? dahulu, Pak SBY mengistilahkan kerja 100 hari. Sekarang, apa anda mau mengatakan 'formatur kabinet 100 hari?'. Mana kecerdikan anda dalam berbicara sedari kemaren? kok, anda sepertinya mulai terlihat seperti layangan?

Pak Jokowi, saya kagum akan kesantunan anda. Tapi, seorang Presiden juga punya hak Untuk 'diktator'. kenapa anda malah kebingungan, dan semuanya harus mengadu kepada Mega dan KPK? sebenarnya presiden kami saat Ini siapa? anda membuat kami resah bapak. Kapan anda untuk Kerja, kerja, kerja? saya selalu ingat pesan itu untuk menjadikan Indonesia Hebat.

Bapak, sampean belum apa-apa sudah banyak memakan anggaran. semoga saja bukan milik kami (Negara). saya mendengar, Sound  sistem yang anda sewa untuk pengumuman Kabinet itu 30 Juta/hari. benar itu pak? Kalau benar, berapa hari? dan, berapa sewa tenda, keamanan dan semuanya? Belum lagi saya ingat ke 'pesta rakyat' 35% anda. Oh bapak, sebenarnya yang salah siapa?

Pak Jokowi, jika anda ingin menjadi presiden merakyat. Salah tempat kalau tunduknya pada Megawati. Dahulu, dia penjual aset negara yang sangat tidak Pro-rakyat. Anda seharusnya Tunduk pada rakyat. Rakyat yang sebagian besar tidak memilih anda. Ingat itu bapak.

Saya ingat, kalau PDIP itu tidak pernah menang dalam pertarungan Pilpres langsung. Mega-Hasyim dan Mega-Pro selalu kandas. Kalaupun Mega pernah duduk dikursi anda, itu hanya pertarungan oleh para elite di Parlemen. Bukan pilihan rakyat. buktinya, dua kali pilihan langsung, dia Tumbang. Makanya, wajar kalau PDIP merayakan kemenangan atas anda sebagai Presiden itu wajar. Dan, itu kader PDIP, bukan rakyat yang merayakan.

Bapak Jokowi, jangan selalu mengatas namakan kami. 65% disinggung, lama-lama anda bisa kres. Jangan anggap ini sebagai ancaman bapak. Sebab, kami tidak ingin Indonesia kacau. Indonesia Kacau, kami juga merasa malu dimata luar. Indonesia punya martabat bapak.

Bapak, saya mendengar anda memundurkan pengumuman kabinet, dan megawati melakukan Rapat 'intim'. Saya juga mendengar, anda berjumpa dengan pemilik Facebook, dan 'orang penting' amerika. Seberapa pentingkah anda mengurus faacebook?. Saya mendengar pidato anda 'Indonesia Untuk Indonesia', dan saya mendengar juga ada pidato 'Amerika for amerika'. kok bisa kebetulan sama ya bapak?

Dan, bapak Jokowi. saya tidak ingin mendengar, Indonesia Terjual, Papua kelaparan, Bali hanya sibuk ngurus budaya tanpa timbal balik yang jelas oleh pemerintah. Kami Ingin benar-benar Indonesia hebat untuk Indonesia. bukan kepada apa yang disampaikan Kwiek Kian Gie dahulu. Harapan besar ada dipundak anda bapak. dan, anda bertanggung jawab atas semua harapan tersebut.

Semoga Pak Jokowi membaca tulisan yang 'Bukan surat terbuka'. saya hanya menyampaikan, sebagai Rakyat yang peduli dan cinta tanah air. Terimakasih bapak. Wassalam


Addarori Ibnu Wardi

Kamis, 18 September 2014

Mengembalikan Citra Dangdut

Dangdut sudah bukan barang yang asing bagi masyarakat indonesia saat ini. Apalagi, musik yang biasa dikenal dengan musik rancaknya adalah ciri khas bangsa yang bernama Indonesia.

Akan tetapi, musik dangdut saat ini bergeser nilai. Yang asalnya ingin menyuguhkan keindahan musik, saat ini berubah menjadi tontonan yang hanya memperlihatkan "Keindahan" tubuh sang biduan. Pemerintah yang diharapkan bisa menjadi 'Payung' terhadap moral anak bangsa, justru malah terkesan 'mendukung' pegelaran musik seronok tersebut.

Ditinjau dari segi Moralitas masyarakat, musik dangdut era ini justru membuat masyarakat terutama anak muda (yang Notabene penerus Founding father) malah menjadi 'menggila'. Bagaimana tidak? Setiap pagelaran musik dangdut, aroma minuman keras begitu mudah tercium. Tawuran juga seakan menjadi ciri khas yang 'mem-budaya' pada konser dangdut.

Lalu, sekali lagi. Bagaimana sikap Pemerintah? Mari kita lihat bagaimana pagelaran TAJEMTRA 2014 (Tanggul Jember Traditional) yang biasa menjadi acara tahunan kabupaten Jember. Pada penutupan, masyarakat, khususnya masyarakat jember disuguhkan dengan acara musik dangdut yang penulis anggap acara seronok. Yang penulis soroti bukan pada musiknya. Akan tetapi, bagaimana 'Tampilan' acara yang disuguhkan. Pemkab Jember bukannya men-sensor acara tersebut, sebagai penanggung jawab justru malah melakukan pembiyaran.

Mungkin, hal ini bukan hanya terjadi dimasyarakat jember saja. Disemua kabupaten Se-Indonesia (bukan men-generalisir) sudah menjadi hal yang dianggap 'biasa'. Tampa melihat dampak selanjutnya bagaimana kepada para kader bangsa.

Harapan dari penulis disini, adalah bagaimana mengembalikan citra musik dangdut kepada masa dahulu. Musik dangdut benar-benar 'menjual' estetika musik dan suara. Peran pemerintah sangat diperlukan saat ini. Dan, mungkin bisa membuat UU yang melarang keras beredarnya acara yang sangat mengandung unsur Pornografi dan Pornoaksi

Peran masyarakat juga sangat diperlukan, bagaimana untuk saling menyadari dampak negatif tersebut. Dari tulisan Ainun Najib dalam buku Kiai Sudrun Menggugat, menjelaskan bagaimana Tradisi Sekaten Jogjakarta, yang notabene memperingati hari 'penting' umat Islam, justru menjadi tempat yang semacam ini juga.

Akhirnya, Musik yang menjadi ciri khas Indonesia ini buruk. Dan, secara otamatis juga, penilaian terhadap Moral Bangsa Indonesia yang katanya menganut paham ke-timuran juga menjadi Buruk.

Senin, 02 Juni 2014

SAUDARAKU



Entah karena apa saya tiba-tiba saja mengingat peristiwa beberapa tahun silam yang melanda keluarga khususnya adek saya pada hari senin tersebut entah tanggal dan tahunnya (lupa) adek saya kena setrum yang menyebabkan tangannya "rusak". ego saya terbuang jauh dan ingin mengalah kepada dia. ketika mengingat, saya tak tahan. jika melihat keadaan dia yang sudah cacat, perasaan saya hancur.

Peristiwa 'naas' tersebut terjadi disaat aba dan umi pergi kepasar berjualan. Aliran listrik tersebut hampir merenggut nyawanya. Saya masih mengingat bagaimana para tetangga yang datang menembus rintik hujan. Rumahku kelabu tanda berduka. aku yang pada waktu itu masih kanak-kanak hanya mampu menangis dan langsung lari tunggang langgang untuk menemui aba. saya tidak tahu harus berbuat apa, yang saya tahu hanya berlari secepat mungkin agar aba dan umi segera tahu hal ini. pada waktu itu dirumahku masih jarang yang menggunakan HP.

Dari dulu saya selalu ingin "bersaing" karena saya s elalu iri pada dia. seakan kasih sayang aba dan umi hanya ada untuk Mbak dan adek. Ini penyakit lama saya pada saudara (semoga Allah cepat menyembuhkan).

Allah menyadarkan saya dengan 'Konflik'. setelah sekian lama saya "beraksi" baru saya merasakan bagaimana pentingnya saudaara.

Ketika beberapa waktu ini adek saya mengeluh ingin dioperasi, saya hanya bisa 'diam' tanda 'lemah'. beberapa bulan yang lalu saya mencoba memriksakan tangan dia. awalnya saya yang selalu mendampingi karena memang saya yang mengurusi semua, sedikit senang karena ada harapan. Namun, kekecewaan bersambut saat kami berdua (aku dan adek) keluar dari ruang dokter. "mas, ini harus dirujuk kesurabaya jika mau di Operasi". kata-kata dokter itu selalu saya ingat dalam benak saya.

Dengan kejadian ini, saya menjadi paham. Saudara itu tak hanya sekedar 'orang' yang keluar dari rahim yang sama dengan saya. Saudara itu adalah orang yang akan selalu merangkul kita disaat susah, tersenyum disaat bahagia setelah Aba dan Umi. Saudara itu akan selalu menyadarkanku disaat dalam posisi keliru. Saudara tak hanya status yang tertulis di Kartu Keluarga (KK).

yah itulah Saudaraku yang mungkin baru aku sadari kalau mereka selalu sayang kepada kita setelah Aba dan Umi, dan pastinya melebihi seorang kekasih.